"Don't look something just from the one side" Pernah nggak sih kalian mendengar istilah yang sepele, tapi mengena itu ? Ya, mungkin kalian pernah mendengar istilah tersebut. Jangan melihat, menilai, dan memutuskan segala sesuatu dari satu sisi. Tidak munafik, banyak dari kita yang menghiraukannya, sayapun demikian. Terasa biasa bila anda yang melakukan hal tersebut. Akan tetapi, bayangkan jika hal itu yang menimpa anda ?
Ya, itulah yang saya rasakan. Dipandang sebelah mata, dipandang dari sisi luarnya saja.
Saya akui saya memang bad boy. Merokok, video bokep. Saya sering pulang larut pagi, paling banter jam 2 pagi baru sampai rumah. Dan yang paling parah, saya sering menilap uang orang tua. Saya pernah diusir dari rumah gara-gara, uang SPP sekolah belum dibayarkan selama 5 bulan. Ya, jumlahnya saat itu memang besar sih Rp 180.000,- x 5 bulan = Rp 900.000,- Nasib tidak beruntung kala itu.
Dan parahnya lagi, uang tersebut untuk bermain judi bola dan saya selalu kalah.
Sudahlah, itu keburukan saya.
Tapi siapa sangka orang yang merokok, bokep'an, pulang larut pagi, dan sering nilep duit orang tua justru gemar membaca novel ? Ya, addict sama novel. Mungkin anda mengira saya ini banci, hanya kamuflase, hanya ikut-ikut yang gemar sama novel. Hobby absurd saya ini sudah saya lakukan sejak kelas 3 SMP lalu.
Awalnya saya memang ikut-ikut ibu saya yang addict sekali sama novel. Beliau kalau sudah baca novel, bila diganggu akan sangat marah besar. Jangankan saya sebagai anaknya, suaminya sendiripun tak berani dekat dengan beliau waktu beliau novel-ing. Akan tetapi beliau sekarang sudah tua, otomatis
penglihatan berkurang dan semakin sibuk dengan thesis S2 beliau, jadi sudah tidak membaca novel lagi.
Akan tetapi, ada feel sendiri yang saya rasakan ketika membaca novel. Ketika membaca hasil gerakan pena yang tertuang pada secarik kertas, ketika "berpikir dengan keras" maksud alur kejadian yang ada, dan ketika mem-flash back dari awal sampai akhir untuk ditarik kesimpulan yang dimaksud dalam suatu karangan yang bernama novel.
Dan jangan salah, bukan novel semacam love story lah dunia remaja lah apalagi drama korea yang saya sering baca, bukan. Novel macam apa semua itu, tidak mampu mengalihkan pandangan mata saya.
Lalu ? Pernah nggak kalian mendengar nama Agatha Christie ? Sidney Sheldon ? John Grisham ?
Ya, mereka adalah orang yang mampu membuat saya bertahan di kamar berjam-jam hanya untuk membaca karangan mereka. Secara garis besar, mereka selau mengangkat dan menonjolkan sisi cerita pembuhunan yang kadang di luar nalar.
Ya, itulah saya....
Satu perkataan yang tidak pernah saya lupakan adalah perkataan teman saya ketika tidur di kamar saya, Dendi namanya. "Bajingan, kowe iki tak sawang yo ngrokok bokep'an kethok sangar, tapi koleksi novelmu nggon rak buku sak ndayak koplak"
Mungkin kesannya saya mengada-ada mungkin kesannya saya berdusta, tapi ketahuilah.. berkunjunglah ke rumah saya bila anda tidak percaya.
re-post re-update,
Ervan
Ervan




Tidak ada komentar:
Posting Komentar